Dalam acara HUT PDIP, pertama-tama nama Romahurmuziy disebut sebagai Ketua Umum PPP. Kemudian, ganti nama Djan Faridz yang disebut dengan jabatan yang sama.
Golkar menilai apabila ini dibiarkan dapat mengganggu stabilitas dalam negeri. Oleh sebab itu, dia mengatakan perlunya batasan waktu menuntaskan penyebaran isu.