Jika ingin mencari suvenir (baca: benda seni) yang mampu bercerita lebih panjang dari harganya, kunjungilah kampung-kampung, desa-desa hingga ke pedalaman Papua.
Perjalanan Nicholas Saputra menyusuri Pulau Banda Naira, Maluku Tenggara bersama Aku Cinta Indonesia (ACI) detikcom sampai di Saumlaki. Ia pun bercerita soal kentalnya adat dan kepercayaan masyarakat Tanimbar.
Saumlaki adalah ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) yang mencakup seluruh kepulauan Tanimbar. Kabupaten ini tergolong baru berdiri, setelah berpisah dengan Kabupaten Maluku Tenggara di tahun 2002.
Teman kami Tutulu dan keluarganya menyambut hangat sembari mengucap, "aloitta?" yang artinya "apa kabar?". Perhatian saya seketika terpusat pada tato yang menghiasi tubuh sebagian besar orang dewasa di sana.
Tato alias rajah tubuh adalah salau satu ekspresi seni tertua. Konon, tato khas Mentawai adalah yang tertua di dunia, lebih tua daripada yang ditemukan di Mesir. Tato Mentawai terutama bermotif garis dan kurva. Saat ini, hanya sedikit orang asli Mentawai yang masih mau membuat tato di tubuhnya.
Perahu tradisional Suku Mandar, perahu Sandeq, sudah tergeser perannya oleh perahu motor dalam upaya nelayan mencari ikan. Padahal perahu ini dibuat oleh orang-orang yang dianggap sakti, bahkan bisa melembekkan kepala orang. Mereka dipanggil dengan nama Panrita Lopi.
Setelah lama tidak meraih juara, perahu bidar tradisional Pertamina meraih juara pertama Lomba Bidar Tradisional dalam memperingati HUT RI ke-64 tahun 2009 ini.