Slamet Daryanto di Kudus terpaksa putus sekolah. Bocah 15 tahun ini menghabiskan hari-harinya untuk berjualan kue gandos di tepi jalan raya Nitisemito, Kudus.
Senyum menggantung di bibir para pekerja. Mata mereka tajam terpaku mengamati perahu kayu yang telah berhasil mereka buat di atas bukit selama berbulan-bulan.
Angan-angan memiliki traktor kubuang jauh. Fokusku mencari penghasilan ekstra untuk persiapan kuliah anak kami. Seekor anak kerbau juga menjadi tumpuan harapan.
Pada waktu bayi, Randuse ditemukan di bak sampah oleh seorang pemulung. Tak ada yang tahu siapa bapak dan ibunya. Ia besar dan tumbuh dalam kemiskinan.