Kemenkes mengungkap pada tanggal 17 Mei 2022, ada 14 kasus hepatitis akut yang tercatat, terdiri dari 1 kasus probable dan 13 kasus pending classification.
Kemenkes RI memperbaharui data kasus dugaan hepatitis akut misterius. Dugaan kasus berkurang menjadi 14, dengan rincian 1 probable dan 13 klasifikasi pending.
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa menyebut total jumlah dugaan hepatitis misterius yang sedang diselidiki di seluruh dunia tembus 450 kasus.
Vaksin hepatitis yang ada berpotensi tak mempan mencegah hepatitis misterius. Hepatitis sendiri banyak penyebabnya, tidak semua karena virus hepatitis.
Ada tambahan kasus probable hepatitis akut misterius yakni anak 7 tahun di Jatim yang meninggal dunia. Pasien mengeluhkan gejala awal demam dan mual muntah.
Kemenkes RI tetap mengawasi pasien dewasa dengan gejala diduga hepatitis akut misterius. Jika mengalami gejala, segera lakukan pemeriksaan ini ke rumah sakit.
Dirut RSPI Sulianti Saroson menjelaskan sejumlah istilah seputar hepatitis akut misterius. Meliputi confirmed, probable, epi-linked, hingga pending case.
Kemenkes memastikan belum ada satupun kasus konfirmasi hepatitis akut misterius di dunia. Klasifikasi WHO untuk kasus terkonfirmasi masih 'belum diketahui'.