Dalam 2 hari terakhir, terdapat lonjakan kasus positif virus Corona sejak kasus pertama. Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan.
Gugus Tugas meminta alur pengujian Corona dijalankan sistematis. Rapid test bisa menjadi screening dalam menentukan siapa saja yang berhak menjalani tes PCR.
Pernyataan Ryan ini disanggah epidemiolog UI, Syahrizal Syarif. Menurut Syahrizal, virus Corona sangat berbeda dengan HIV. Corona akan pergi, tidak seperti HIV.
Kita seperti terjebak pada dua pilihan, yakni lockdown sampai vaksin ditemukan dan segera membuka semua pintu masuk dan keluar demi kepentingan ekonomi.
Selain alat PCR dan alat TCM yang digunakan untuk mengetes virus Corona, ternyata pemerintah juga menggunakan alat tes HIV/AIDS untuk mengetes virus Corona.
Jumlah tes Corona baru ada 4.067 spesimen, alias tidak sampai setengahnya dari target 10 ribu tes per hari yang dicanangkan Jokowi. Simak selengkapnya.