Peningkatan sumber daya manusia yang difasilitasi pemerintah belum banyak mencerdaskan nelayan. Di samping itu ada perbedaan karakter cara tangkap dan jenis ikan antara perairan pantai dan laut lepas. Semua itu membutuhkan waktu.
Penghasilan nelayan sungguh memprihatinkan. Rata-rata Rp 4 juta per tahun. Atau sekitar Rp 333 ribu per bulan. Berarti hanya Rp 13 ribu per hari rumah tangga atau Rp 3,300 per anggota keluarga. Jika mengacu standar Bank Dunia betapa miskinnya nelayan kita.
Penduduk pesisir dan nelayan terdampak langsung perubahan iklim. Musim tak terprediksi, panen ikan merosot, dan hari melaut nelayan rata-rata hanya 180 hari atau enam bulan. Akibatnya, keluarga nelayan pun kian terjerat utang.
Cawapres Boediono mendengarkan keluhan nelayan dalam kunjungannya ke kampung nelayan di Belawan, Medan. Salah satunya gangguan bajak laut dalam melaut dan minimnya sarana dalam aktivitas mencari ikan.
Ada satu hari penting bagi nelayan Indonesia. Namun, hanya sebagian kecil masyarakat Indonesia yang tahu bahwa tanggal 6 April adalah Hari Nelayan Nasional. Entahlah. Hari nasional ini masih diakui atau tidak.
Buangan lumpur Lapindo tidak hanya menenggelamkan budaya bahari di Selat Madura. Tapi, juga akan memberikan dampak buruk bagi produksi, ekspor perikanan, tenaga kerja, dan investasi di sektor perikanan.
Mengacu standar Bank Dunia keluarga nelayan berpendapatan kurang dari 2 dollar AS per hari. Padahal potensi sumber daya perikanan laut Indonesia mencapai 6,7 juta ton per tahun. Betapa miskin nelayan kita.
Gelombang tinggi yang melanda perairan Indonesia sejak awal Desember 2007 hingga saat ini terus terjadi. Kondisi ini telah mengakibatkan kerugian yang cukup besar.