Lagi-lagi virus baru! Para ilmuwan telah mengidentifikasi sebuah virus baru yang mematikan. Virus ini bisa menyebabkan pendarahan seperti virus mematikan lainnya, Ebola.
Kasus AI yang melanda Indonesia akhir 2003 menjadi pelajaran berharga. Bahwa kita membutuhkan ornamen untuk melindungi peternakan dari ancaman penyakit. Ornamen tersebut berupa sistem kesehatan hewan nasional.
Merebaknya wabah virus flu babi tidak berpengaruh bagi para peternak babi di Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka justru menikmati lonjakan harga daging babi di pasaran.
Penyakit mematikan yang tengah mewabah di dunia saat ini dinamai 'swine flu' atau flu babi. Namun kini, pemerintah AS mengganti istilah flu babi tersebut dengan 'flu H1N1 2009'.
Pemkab Sukoharjo melakukan antisipasi kemungkinan penyebaran wabah flu babi di daerah tersebut. Antisipasi dilakukan dengan melakukan penyemprotan disinfektan terhadap babi dan kandang-kandang di peternakan babi.
Istilah 'swine flu' atau flu babi menurut Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) adalah keliru. Sebab virus strain baru ini merupakan gabungan dari virus burung, manusia dan babi.
Dunia kesehatan dikagetkan oleh penyakit flu babi. Penyakit baru ini bisa bersifat pandemik dan meyebar ke seluruh penjuru dunia seperti penyakit flu Burung. Kalau ini terjadi akan sangat mengkhawatirkan.
Bukan hanya meninggalkan sederetan dampak kerugian. Namun, banjir juga menyisakan pekerjaan rumah yang harus diantisipasi. Di antaranya penanganan permasalahan sampah, lumpur, dan kesehatan.
Puluhan ayam ditemukan mati mendadak di Kabupaten Banyuwangi. Hasil uji cepat atau Rapid Test Dinas Peternakan, ayam-ayam itu mati karena terjangkit flu burung atau Avian Influenza (AI).