Nama Jusuf Kalla disebut-sebut masuk dalam 5 kandidat cawapres pendamping Joko Widodo di Pilpres. Namun hingga saat ini JK menyebut belum ada komunikasi antara dirinya dan Jokowi.
Capres dari Gerindra, Prabowo Subianto harus berkoalisi dengan partai lain agar bisa memenuhi kuota 25 persen dan maju dalam Pilpres Juli mendatang. Namun hingga kini Prabowo belum menentukan siapa bakal cawapresnya.
Bila melihat sejarah Pemilu di Indonesia sejak era reformasi tahun 1998, PDIP dan Golkar selalu saling menyalip posisi papan atas perolehan suara. Dua partai ini konsisten ada di posisi 3 besar meski bertukar posisi.
Pemilu 2014 menjadi saksi kemenangan PDIP, meratanya kekuatan partai Islam dan munculnya kuda hitam. Namun ada juga partai lama yang tetap stagnan meski sudah didongkrak oleh pengusaha sukses.
Partai Demokrat adalah partai yang fenomenal di awal kelahirannya. Lahir di Pemilu 2004, Partai Demokrat langsung menggebrak. Fenomena PD melewati tiga pemilu menarik disimak.
Dukungan Jusuf Kalla (JK) untuk mendampingi Jokowi sebagai cawapres di Pilpres 2014 kian kencang mengalir. Kali ini, Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Poso mendesaknya.
Kemampuan konsolidasi internal Partai Golkar secara kondusif diprediksi menunggu hasil Pemilu Legislatif. Kalau partai beringin itu meraih hasil positif dalam angka parliamentary threshold (PT), maka suara calon presiden masih tetap dipegang Aburizal Bakrie atau Ical.