Mobil Xenia yang dikemudikan Apriani lepas kontrol lalu menabrak kerumunan orang di Tugu Tani, Jakarta Pusat, dan menewaskan 9 orang. Hasil penyidikan polisi, Apriani mengaku sudah memacu Xenia hingga 100 km/ jam.
Sebelum insiden tragis yang merenggut 9 nyawa di Tugu Tani, pengemudi Xenia maut Apriani Susanti (29), benar-benar 'berpesta'. Petualangannya mulai dari kafe, tempat hiburan, sampai Hotel Borobudur.
Polisi sudah selesai meneliti urine pengemudi Xenia maut yang menewaskan 9 orang di Tugu Tani. Hasilnya, Afriyani Susanti (29), bukan hanya memakai narkoba jenis sabu saja, tetapi juga narkoba jenis lain.
Kecelakaan mobil Xenia B 2479 XI yang menewaskan delapan orang pejalan kaki, menyita perhatian banyak pihak. Bahkan sampai-sampai Ibu Negara Ani Yudhoyono turut memantau perkembangan situasi terkini.
Pengemudi Daihatsu Xenia, Afriyani Susanti (29), mengatakan kepada polisi bahwa kendaraan yang dikemudikannya saat itu mengalami rem blong. Namun, rekan Afriyani, 3 penumpang lain di dalam mobil itu mengatakan Afriyani dalam keadaan mengantuk.
Afriyani Susanti (29) telah ditetapkan sebagai tersangka, terkait kecelakaan maut yang menewaskan delapan orang pejalan kaki. Afriyani merupakan pekerja freelance di production house perfileman.
Mobil Daihatsu Xenia bernopol B 2479 XI hitam keluaran tahun 2005 menabrak pejalan kaki di di Jl Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB. 8 Pejalan kaki tewas akibat kecelakaan ini.
Pengemudi dan penumpang Daihatsu Xenia sebelum menabrak 8 pejalan kaki hingga tewas di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Gambir, Jakarta Pusat, ternyata usai menghadiri acara di Hotel Borobudur di Lapangan Banteng. Saat kecelakaan, pengemudi Xenia memacu kendaraannya hingga 60-70 Km per jam.