Bos PLN Sofyan Basir mengatakan praktik kecurangan justru lebih rentan terjadi pada penggunaan meteran listrik secara manual, bukan pulsa seperti tuduhan Menko Rizal.
Penerapan listrik dengan token itu dipercaya bisa mendidik masyarakat untuk hemat energi, tidak sembarang pakai listrik seperti ketika masih bayar listrik di akhir bulan.
Ketika memasalahkan sistem pulsa listrik prabayar PLN, banyak orang tidak sadar, Rizal Ramli sedang membela hak masyarakat, tetapi masyarakat malah mengolok-oloknya.
Menko Rizal Ramli lagi-lagi mengeluarkan pernyataan kontroversial. Menurutnya target proyek listrik Presiden Jokowi 35.000 MW tak realistis diselesaikan dalam 5 tahun ke depan.
Menko Rizal Ramli meragukan proyek listrik 35.000 MW tercapai dalam 5 tahun ke depan. Apalagi menurutnya, Indonesia hanya butuh 16.000 MW dalam 5 tahun bukan 35.000 MW.