Gangguan pencernaan kerap dikeluhkan saat bulan puasa tiba. Hal ini bisa terjadi karena makanan yang diasup saat berbuka puasa dan sahur tidak diperhatikan dengan baik.
Kebanyakan orang akrab berbuka dengan makanan seperti kurma dan minuman seperti dawet, kolak dan sirop. Santapan lalu dilanjut dengan makanan kelas berat. Padahal buah dan sayuran juga tak kalah penting.
Sudah banyak penelitian menunjukkan bahwa berpuasa dapat menyembuhkan maag. Namun tidak semua penderita maag boleh berpuasa. Bila tetap ingin puasa, dokter punya batasan saat harus membatalkan puasa.
Memilih menu makanan untuk sahur dan berbuka penting dilakukan saat Ramadan. Memilih menu makanan dengan cermat adalah suatu keharusan, sebab jika salah dapat menyebabkan perut kembung selama seharian berpuasa.
Telat makan dan perut kosong adalah pantangan besar bagi penderita maag. Namun di saat bulan Ramadan, umat Muslim diwajibkan untuk tidak makan selama 14 jam. Lalu bagaimana dengan penderita maag? Bolehkah berpuasa?
Selama bulan puasa, pola makan mengalami perubahan karena di siang hari perut tidak diisi makanan. Risiko gangguan pencernaan pun meningkat jika tidak dipersiapkan dengan baik. Apa yang harus disiapkan agar ibadah selalu lancar?
Saya penderita maag, tetapi setiap kali maag saya kambuh jantung saya jadi berdebar dan berdetak lebih kencang. Berdetak tak teratur dan saya mengalami sesak pada dada saya.
Berbuka puasa perlu mengikuti langkah-langkah yang benar, karena lambung yang tidak terisi makanan dalam waktu lama cenderung lebih rentan mengalami gangguan pencernaan. Berikut ini tips berbuka puasa yang sehat dan tak bikin gemuk.
Awalnya ibu saya kira maag karena sakitnya di dekat ulu hati tapi setelah kami cek kemungkinan ibu saya mengalami batu ginjal. Dok, apa untuk batu ginjal bisa hilang hanya dengan operasi saja dan tidak ada cara lain?