Pasar saham US melemah dengan indeks Standard & Poor's 500 turun dalam 3 hari. Mayoritas saham-saham Asia menguat seiring melonjaknya perusahaan material menyusul pengunduran diri PM Australia Kevin Rud.
Bursa Wall Street bergerak labil setelah keluarnya data penjualan rumah. Indeks Standard & Poor's dan Nasdaq berakhir di teritoti negatif, namun Dow Jones tetap positif berkat komentar dari Bank Sentral AS.
Bank Sentral AS kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga ekstra rendahnya di kisaran 0-0,25%. Kali ini AS memasukkan pertimbangan dampak krisis Eropa dalam keputusannya.
Bursa Wall Street akhirnya finish di teritori negatif meski mengalami perdagangan yang cukup bergejolak. Penguatan terutama dipimpin oleh saham-saham material dan finansial.
Bursa saham Asia bergerak mix di tengah memuncaknya kekhawatiran terhadap utang pemerintah di Eropa yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Berikut market flash eTrading Securities.
Kenaikan IHSG menimbulkan spekulasi bahwa perekonomian Indonesia sedang mengalami bubble. Hal tersebut wajar terjadi karena kenaikan IHSG selama 2009 sudah melebihi 85% ditambah potensi kenaikan selama 2010.
Kejatuhan harga saham-saham terus berlanjut di bursa Wall Street, meski tidak separah sebelumnya. Investor masih mengkhawatirkan krisis utang dari Yunani bisa menular ke negara Eropa besar lainnya.