Juru bicara pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menegaskan pemerintah tidak akan berunding dengan "teroris", menanggapi pernyataan gencatan senjata ARSA.
Gerilyawan Muslim Rohingya di Myanmar mengumumkan gencatan senjata sepihak selama satu bulan demi meringankan krisis kemanusiaan di negara bagian Rakhine.