Seorang tentara disembelih di depan umum tepat di jantung kota London, Inggris. Dua pelakunya mengklaim mengatasnamakan Islam. Inilah salah satu teror terburuk di Negeri Ratu Elizabeth sejak bom yang menguncang London pada 2005 lalu.
Ayah Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad, diculik sekelompok orang bersenjata. Namun kubu pasukan perlawanan dan oposisi membantah melakukannya.
Secarik lirik hasil ketik tangan Bob Dylan yang tidak pernah direkam diperkirakan akan terjual seharga 35.000 poundsterling (sekitar Rp 531 juta) saat lelang di London, Inggris, pada 26 Juni mendatang.
Seorang pengusaha Inggris harus mendekam di penjara selama 10 tahun karena menjual alat pendeteksi bom palsu. Alat-alat palsu ini telah dijual ke pemerintah Irak dan sejumlah negara lainnya.
Selain karena adanya isu ancaman bom, Kedubes Myanmar juga mengantisipasi demo yang rencananya akan dilakukan usai salat Jumat oleh massa FPI. Pelayanan di Kedubes Myanmar pun tutup.
Serangan bom kembali mengguncang Afghanistan. Delapan polisi Afghan tewas akibat ledakan bom di provinsi Logar, pinggiran Kabul. Serangan bom itu dilakukan oleh kelompok militan Taliban.
Tiga tentara Inggris tewas dalam serangan bom pinggir jalan di Afghanistan. Dengan korban jiwa terbaru ini, berarti sudah enam tentara Inggris yang tewas di Afghanistan tahun ini.