Ketua DPD PKS Kabupaten Pasuruan M Nadhir Umar menyesalkan aksi penolakan yang dilakukan sejumlah santri pondok pesantren (ponpes) Kramat (Bani Thoyyib) saat kunjungan Presiden PKS Anis Matta.
Isu soal BBM di PKS memunculkan banyak dugaan. Bukan apa-apa, suara Wasekjen PKS Fahri Hamzah yang keras menolak kenaikan BBM bertentangan dengan suara anggota majelis syuro Tifatul Sembiring.
Wasekjen PKS Fahri Hamzah terang-terangan berani menolak kenaikan BBM. Sikap Fahri itu berbeda dengan yang ditunjukkan Tifatul Sembiring. Muncul isu ada pertarungan kubu Anis Matta dengan Tifatul. Serius?
Kunjungan Presiden PKS Anis Matta ke Pasuruan diwarnai aksi protes. Sejumlah santri Pondok Pesantren (Ponpes) Kramat (Bani Thoyyib) membentangkan dua buah papan bertuliskan penolakan pada PKS.
Presiden PKS Anis Matta mengkritik pemimpin negeri yang dianggap gagal mengelola negara. Kegagalan tersebut karena para pemimpin tidak punya rasa cinta pada rakyatnya. Meskipun PKS juga anggota partai koalisi pemerintahan.
Presiden PKS Anis Matta melakukan silaturahim ke Pondok Pesantren Kramat (Bani Thoyyib), Kraton, Pasuruan. Di hadapan ratusan kades dan simpatisan PKS, Anis berbicara tentang Istana yang kebanjiran.
Sikap Tifatul Sembiring yang mendukung kenaikan harga BBM bukan tanpa dasar. Rupanya eks Presiden PKS ini sudah mendapat restu dari Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin.
Perpecahan internal PKS semakin mengemuka. Sikap PKS menolak kenaikan harga BBM ditentang para menteri dari PKS, salah satunya Menkominfo Tifatul Sembiring.