Kedatangan PM China Wen Jiabao ke Indonesia yang dijadwalkan 28-30 April 2011 menebar harapan terkait investasi China. Salah satunya di sektor industri tekstil.
Para industri tekstil skala besar mengakui lebih memilih mengekspor produknya karena pasar ekspor lebih menggiurkan. Alasannya pasar lokal banyak menyerap segmen bawah.
Industri tekstil mencatat kenaikan ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) selama triwulan I-2011 sebesar 25%, menjadi US$ 2,5 miliar dari sebelumnya hanya US$ 2 miliar.
Menkeu Agus Marto menerbitkan aturan yang isinya menghapus tarif bea masuk dari 182 pos tarif kelompok bahan baku dan barang modal. Untuk membantu 5 sektor industri.
Produk garmen China di Pasar Tanah Abang kian melebar ke berbagai produk. Pakaian jadi seperti baju koko, baju anak-anak hingga sprei pun dikuasai produk China.
Industri garmen dan pedagang di Tanah Abang sudah dua bulan terakhir susah mendapat bahan baku tekstil. Para produsen tekstil besar dalam negeri lebih senang mengekspor.
Pemerintah berjanji akan memberikan insentif bagi pembangunan pabrik bahan baku industri teksil di dalam negeri. Selama ini bahan baku industri tekstil banyak diimpor.
Industri tekstil masih menjadi industri yang dihindari oleh perbankan untuk penyaluran kredit. Sektor itu masih dinilai berpotensi menimbulkan kredit macet.