Hutama Karya berencana menarik utang US$ 900 juta atau sekitar Rp 12,6 triliun (kurs Rp 14.000) di tahun 2021 untuk mendanai pembangunan 9 ruas tol tersebut.
Laba bersih perseroan pada 2021 dengan adanya PMN diprediksi turun 50% menjadi Rp 700 miliar. Pasalnya, hingga akhir 2020 laba HK diproyeksi Rp 1,4 triliun.
Anggaran untuk 2021 terdiri dari Rp 3,9 triliun belanja pegawai, Rp 2,8 triliun belanja operasional barang, dan belanja barang non operasional Rp 35,5 triliun.
Pembangunan ruas tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat permudah akses dari Medan ke kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba, Sumatera Utara.