Kepolisian Korsel mengatakan para personelnya dihalangi untuk menggeledah kantor Presiden Yoon Suk Yeol terkait penyelidikan darurat militer singkat pekan lalu.
Kepala Komando Perang Khusus Kwak Jong Geun mengungkapkan dirinya menolak perintah untuk menyeret keluar para anggota parlemen dari gedung Majelis Nasional.
Puluhan ribu orang di Korsel akan menggelar unjuk rasa besar-besaran pada Sabtu (7/12) besok untuk memprotes Presiden Yoon Suk Yeol buntut darurat militer.
Kepala Komando Perang Khusus Korsel, Letnan Jenderal Kwak Jong Geun, menolak perintah untuk menyeret keluar para anggota parlemen saat darurat militer.
Kepala pasukan khusus Korsel mengungkapkan sempat diperintahkan "menyeret keluar" para anggota parlemen dari gedung Majelis Nasional pada malam darurat militer.