Hantaman ekonomi dampak pandemi COVID-19 sempat mengguncang usahanya. Namun di tengah kesulitan hidup itu, dia tetap berusaha membantu penyandang disabilitas.
Peneliti asal Unair dr. Muhammad Miftahussurur, M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D masuk daftar Top 0,1% peneliti Helicobacter pylori, biang sakit maag. Ini kisahnya.