Saya tidak menyangka perusahaan sekaliber Lion Air tidak memiliki empati atas keluhan pelanggan. Kehilangan bagasi atau pun isi bagasi penumpang Lion Air sudah berulang kali terjadi. Namun, pihak Lion Air tidak memperbaiki.
16 tahun di dunia entertainment, Original Production harus menelan pil pahit. Dua kali Toto dibawa ke Surabaya oleh promotor yang dikomandani Tommy Pratama ternyata menemui masalah.
Kesuksesan Original Production membawa grup band dunia ke Indonesia seolah rontok setelah konser Toto di Surabaya diundur jadwalnya dan menuai protes penonton.
Sebenarnya konser Toto bisa dilakukan sesuai jadwal jika saja pihak grup band asal Amerika ini bersedia mengalah dengan menggunakap alat yang ditawarkan promotor.
Setiba di Jakarta saya temukan gembok koper dirusak. Uang senilai Rp 3 juta raib. Jarak landing dan kedatangan bagasi sekitar 15 menit. Agak mustahil pencolengan dilakukan di Sukarno-Hatta.
Lion Air mengklaim barang yang hilang diganti rugi 20.000 per kilogram. Apakah pemerintah tahu mengenai ini. Apakah pemerintah diam saja mengenai kebijakan perusahaan penerbangan ini.