Kasus Lian Febriani (26) yang dikabarkan hilang lalu ditemukan dalam kondisi lupa ingatan bukan kali pertama. Ahli hipnoterapis Mardigu WP mengaku sudah mendapat 'pasien' serupa sejak enam bulan terakhir.
"Saya ke sini mau jihad". Itulah pernyataan Lian Febriani saat ditanya tentang maksud kedatangannya di Masjid At-Ta'awwun, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Namun, karena Lian lupa ingatan, warga pun curiga.
Selama berada di Masjid At-Ta'awwun, Puncak, Bogor, Lian Febriani (26) selalu menyebut-nyebut nama Aisyah. Wanita misterius tersebut dikatakan Lian sebagai ibu yang pernah memandikannya.
Sempat menghilang selama empat hari, Lian Febriana (26), kini sudah berkumpul kembali bersama keluarga. Apa saja yang dilakukannya selama menghilang? Berikut kronologinya.
Lian Febriani (26) sempat menolak diajak keluarganya untuk pulang karena lupa ingatan. Namun lewat bantuan kiai, pegawai Kemenhub tersebut mau berkumpul bersama suami dan anaknya lagi.
Warga sempat berusaha mengembalikan memori Lian Febriani selama terpisah dengan keluarga. Dan hal yang diingat pertama kali adalah nomor telepon suami dan sang bayi.
Lian Febriani (26), pegawai Kemenhub diketahui datang sendiri ke Masjid At-Ta'awwun, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dia naik angkutan umum seperti pendatang pada lazimnya.
Pegawai Kemenhub yang hilang, Lian Febriani (26), benar-benar lupa ingatan saat ditemukan. Tidak hanya itu, dia mengaku sudah punya nama lain, yakni Maryam. Dicuci otak?