Akhir-akhir ini, pemerintah dan militer AS diwarnai isu skandal seks. Yang terbaru, pejabat keamanan diplomatik AS terindikasi menutup-nutupi praktik jasa prostitusi bagi pejabat melakukan kunjungan ke luar negeri.
Orang tua ABG yang menjadi mucikari dan para korban sama sekali tak tahu jika anak-anak mereka terlibat prostitusi. Saat mendengar mereka dipanggil polisi terkait kasus tersebut, mereka shock dan hanya bisa menangis.
Seorang pelajar SMA di Amerika Serikat menjadikan adik kelasnya sebagai pekerja seks komersial. Remaja 18 tahun ini membuat iklan dan mempromosikan adik kelasnya kepada para pelanggan.
Masa depan anak yang dipaksa menjadi pelacur dihargai MA senilai Rp 20 juta. Dalam putusannya, MA membebankan ganti rugi ini kepada Mami Marni, pengelola lokalisasi di Dumai, Riau.
Seorang kakek di AS diadili atas kasus prostitusi yang melibatkan pekerja seks lanjut usia. Pria ini menggunakan jasa penghuni lanjut usia di kompleks tempat tinggalnya, sebagai pekerja seks.
Seorang wanita Thailand diadili dan dihukum 9 tahun penjara di Australia. Dia dinyatakan bersalah karena menjadikan anak perempuannya sebagai pekerja seks komersial.
Seorang pria di Brisbane, Australia harus menjalani persidangan karena lalai menjaga anaknya. Pria ini mengizinkan putranya yang berusia 13 tahun mengunjungi rumah bordil saat liburan di Thailand.
Walaupun sudah 65 tahun berlalu, Marta Orellana masih menyimpan bara amarah. Dia, kini 74 tahun, masih ingat persis peristiwa yang terjadi kala dia baru berumur sembilan tahun. Marta mengatakan, kala itu dia tengah bermain bersama teman-temannya di panti asuhan ketika mendengar namanya dipanggil.
Seorang pekerja seks komersial (PSK) di AS sempat mengaku terlibat skandal seks dengan seorang senator Demokrat. Namun belakangan, wanita itu mengakui dirinya telah berbohong.