Amerika Serikat dan Indonesia sepakat mengurangi tarif impor menjadi 19%. Namun Indonesia harus memenuhi komitmen, termasuk transfer data dan ekspor nikel.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menolak saran penerapan flat tax dari ekonom AS Arthur Laffer, menegaskan pentingnya tarif pajak progresif untuk keadilan sosial.