TKI asal Jabar yang bekerja di Arab Saudi diperkirakan mencapai 600 ribu orang. Jika pemerintah Arab Saudi benar-benar menolak TKI, Kadisnakertrans Jabar menilai Arab Saudi bisa klenger.
Kepala Disnakertrans Jabar Mustafa Djamaludin mengaku belum menerima surat resmi pembekuan pengiriman TKI ke Arab Saudi. Namun Mustafa yakin, Pemerintah Arab Saudi tak akan serta merta menyetop begitu saja tenaga kerja Indonesia.
Tidak kurang dari 530 Perusahaan Jasa TKI (PJTKI) di Indonesia. Kini Kemenakertrans tengah memverifikasi PJTKI itu demi memberikan pelayanan yang baik kepada para TKI.
Pemulangan gelombang kedua warga negara Indonesia (WNI) yang overstay di Jembatan Khandara, Jeddah, Arab Saudi akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (18/2/2011). Jumlah WNI yang akan tiba ini mencapai 336 orang.
Pengetatan pengiriman tenaga kerja ke Arab Saudi menyebabkan turunnya jumlah TKI yang berangkat ke negara itu. Selama tiga bulan terakhir, TKI yang dikirim ke Arab Saudi turun 30 persen.
Kadin Jeddah mengimbau perekrut tenaga kerja menghentikan perekrutan TKI. Itu karena jumlah aplikasi dari TKI sangat sedikit, akibat pemberitaan negatif media massa Indonesia tentang TKI di Arab Saudi. Saatnya Indonesia jual mahal!
Pemerintah Arab Saudi menghentikan penerimaan Tenaga Kerja Indonesia serta seluruh kegiatan yang berkaitan dengan itu. Penghentian ini merupakan tamparan keras bagi pemerintah, khususnya Menakertrans.
Pemerintah telah memulangkan sejumlah WNI yang terlantar di Arab Saudi. Beberapa WNI yang dipulangkan adalah TKI. Pemulangan TKI ini selayaknya diikuti penyelesaian masalah buruh migran.