Pemerintah Korea Selatan (Korsel) tidak menghiraukan tawaran Korea Utara (Korut) untuk melakukan dialog tanpa syarat guna meredakan ketegangan. Menurut Seoul, tawaran tersebut hanya propaganda yang tak perlu ditanggapi serius.
Militer Korea Selatan Kamis (23/12/010) telah menyiagakan alat-alat beratnya, termasuk tank, artileri dan jet tempur, untuk menghadapi kemungkinan perang kembali terjadi antara kedua negara, menyusul sebulan setelah Korea Utara melakukan penyerangan di wilayah perbatasan kedua negara tersebut.
Pemerintah Korea Selatan hari ini menggelar latihan artileri terbesar dan militer laut di dekat perbatasan Korea Utara. Unjuk kekuatan ini digelar ketika ketegangan dua negara sebenarnya mulai reda.
Ketegangan kian memuncak di semenanjung Korea. Korsel tengah bersiap-siap menghadapi kemungkinan serangan kejutan dari Korut. Militer Korsel hari ini mengerahkan jet-jet tempur yang melakukan patroli udara di berbagai wilayah Korsel. Sebuah kapal penghancur juga disiagakan di lautan.
Ketegangan di semenanjung Korea hari ini kian meningkat. Bahkan penduduk Korsel yang tinggal di lima pulau perbatasan telah diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka. Warga diminta masuk ke tempat perlindungan (bunker).
Situasi di semenanjung Korea terus memanas. Bahkan pejabat-pejabat Korsel mengumumkan bahwa latihan perang tetap akan dilakukan hari ini di Pulau Yeonpyeong. Padahal pemerintah Korut telah mengancam akan melancarkan serangan jika latihan itu tetap dilakukan.