Istilah radikalisme kerap digunakan di Indonesia untuk menyebut ideologi teroris. Belakangan, Jokowi seolah mengajak semua berpikir ulang mengenai diksi itu.
Tarik ulur evaluasi program deradikalisasi berhembus. Terlebih peristiwa teranyar di Medan di mana terjadi bom bunuh diri menyulut kembali diskursus tersebut.
"Mengenai bom ya, saya kira kita beberapa kali kecolongan. Nah tentu ini imbauan untuk aparat keamanan mulai dari Pak Wiranto, misalnya," kata Zulkifli Hasan.