Sesuai prediksi, rupiah tetap jalan di tempat di kisaran 9.080-9.100 per dolar AS. Pergerakan rupiah hingga pukul 16:00 WIB berada pada level 9.093 per dolar AS. Melemah tipis dari level 9.088 per dolar AS pada perdagangan hingga pukul 09.00 WIB. Belum adanya insentif segar dari dalam negeri membuat rupiah kurang banyak bergerak.
Pergerakan rupiah hingga pukul 16:00 WIB, menguat tipis. Sesuai perkiraan, rupiah ada di level kisaran 9.081-9.095 per dolar AS, tepatnya kini di Rp 9.088 per dolar AS. Penguatan tipis rupiah ini ikut didorong oleh positifnya laju indeks harga saham BEJ yang bisa menahan aksi profit taking pelaku pasar.
Tingginya dana asing yang masuk ke pasar modal diharapkan berimbas pada pergerakan rupiah. Jika saham terus melejit terbuka peluang rupiah menguat lagi. Pada perdagangan valas hingga pukul 10.30 WIB, Senin (23/4/2007), rupiah ada di level 9.093 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 9.081-9.095 per dolar AS.
Perdagangan kurs valuta asing hingga pukul 16:00 WIB, rupiah mengalami penguatan tipis thdp sebagian besar kurs valuta asing. Rupiah juga mengalami sedikit penguatan terhadap dollar AS, dan kini berhasil bertengger dibawah level 9.100 per dolar AS. Sentimen positif penguatan rupiah, kemungkinan karena kepastian dari Presiden SBY bahwa rencana reshuffle kabinet akan digelar pada awal Mei 2007
Mata uang rupiah akhir pekan ini masih akan bergantung kepada dana panas (hot money yang masuk atau keluar, meski mata uang negara lain umumnya menguat terhadap dolar AS. Pada perdagangan valas pukul 08.45 WIB, Jumat (20/4/2007) rupiah ada di level 9.103 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 9.100-9.107 per dolar AS.
Hingga pukul 16:00 WIB, penguatan nilai tukar dihampir seluruh mata uang regional terhadap dolar AS yang bahkan beberapa mencapai rekor terbaik termasuk poundsterling, dolar Australia, dan euro, ternyata tidak diikuti oleh rupiah. Rupiah kini malah mulai bertengger di atas level Rp 9.100 per dolar AS