Bursa-bursa Asia masih bergerak melemah. Bursa Saham Filipina bahkan terjatuh hingga 10 persen lebih, sehingga langsung terkena penghentian sementara perdagangan.
Harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih dalam posisi tertekan dan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masuk dalam zona yang mengkhawatirkan.
Ketakutan akan resesi ekonomi di Eropa telah memukul mata uang euro dan poundsterling yang jatuh signifikan terhadap dolar AS.Sementara rupiah belum juga beranjak secara signifikan dari level kemarin sore
Bulan Oktober merupakan bulan yang berat bagi investor di Bursa Efek Indonesia. Krisis finansial global turut membawa dampak yang parah, bahkan menorehkan sejarah kelam sejak bursa ini diaktifkan lagi.
Polda Riau didesak segera melelang kayu illegal logging milik PT Madukoro yang nilainya miliaran rupiah. Bila tidak segera dilelang, aset negara itu akan segera membusuk dan tidak mempunyai nilai jual.
Penguatan saham-saham di Wall Street tak mampu memberikan sentimen positif ke BEI. IHSG masih bergerak melemah, dipicu kemerosotan saham perbankan, telekomunikasi dan grup Bakrie.
IHSG akhirnya ditutup melemah, setelah menguat selama dua hari berturut-turut mengikuti euforia global. Meski sempat menguat di awal sesi, IHSG akhirnya tak mampu melawan sentimen pelemahan bursa-bursa regional lain.
Kenaikan BI Rate 0,25% menjadi 9,5% membuat kalangan dunia usaha makin sulit mencari pendanaan bank karena tingginya biaya bunga yang harus dibayarkan.