Di Indonesia, alergi belum dipandang sebagai ancaman epidemik layaknya penyakit infeksi, seperti tuberkulosis dan campak. Tapi di negara-negara bersih seperti Inggris, alergi justru menjadi masalah yang besar. Mengapa alergi justru banyak di dearah bersih?
Banyak orangtua yang masih takut imunisasi anaknya karena beredar kabar vaksin yang digunakan tidak aman. Hal ini tidaklah benar, karena vaksin yang digunakan pemerintah aman dan dipakai di beberapa negara lain.
Balita memang harus diberi vaksin agar ketahanan tubuhnya meningkat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Tapi vaksin yang diberikan secara bersamaan alias gabungan justru membuat balita lebih rentan kejang dan demam.
Campak atau biasa disebut penyakit tampek disebabkan oleh virus yang mengakibatkan suhu badan naik, timbul bintik-bintik merah pada kulit. Anak yang terkena penyakit tampek bisa mengalami komplikasi serius.
Ruam merah yang timbul pada bayi dan anak-anak tak hanya akibat biang keringat saja. Beberapa ruam merah terkadang pertanda dari penyakit serius. Kenali macam-macam ruam merah yang sering menyerang bayi.
Tahun 2014, Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedyaningsih menargetkan pencapaian Universal Child Immunization (UCI) di seluruh desa atau kelurahan di Indonesia mencapai 100 persen atau 90 persen dari seluruh bayi yang ada.
Biasanya vaksin campak diberikan saat bayi hampir berusia 1 tahun. Tapi studi baru menunjukkan bayi rentan terhadap campak saat berusia 2-3 bulan hingga mendapatkan imunisasi pertamanya.
Balita memerlukan vaksin di tubuhnya untuk memproduksi antibodi yang berfungsi untuk melawan berbagai jenis penyakit. Vaksin apa sajakah yang dibutuhkan balita dalam masa pertumbuhan?
Selama ini vaksin campak masih diberikan dengan cara disuntik ke anak-anak yang terkadang membuatnya takut. Tapi kini tengah dikembangkan vaksin campak yang bisa dihirup (inhalable) sehingga tidak membuat anak menjadi takut dan sakit.