Pemerintah Prancis akan mengajukan resolusi soal Suriah ke Dewan Keamanan PBB. Resolusi tersebut menyerukan Suriah untuk menyerahkan persenjataan kimianya, atau jika tidak, akan menghadapi aksi militer.
Setelah Iran, kini China yang menyampaikan tanggapan soal usulan Rusia soal penyerahan senjata kimia Suriah. China mendukung penuh usulan Rusia yang bertujuan menghindarkan serangan militer ke Suriah.
Kelompok oposisi Suriah mengecam usulan Rusia untuk menghancurkan senjata kimia milik rezim Suriah. Disebutkan bahwa usulan itu semata-mata "manuver politik" untuk mencegah aksi militer AS.
Otoritas Iran menyambut baik usulan Rusia soal penyerahan senjata kimia Suriah untuk dihancurkan. Namun Iran juga meminta agar senjata kimia yang ada di tangan pemberontak ikut dihancurkan.
Pemerintah Iran menentang keras rencana aksi militer Amerika Serikat ke Suriah. Diiingatkan bahwa aksi militer itu akan memicu "krisis yang lebih dalam" dan "mengobarkan perang regional".
Presiden AS Barack Obama menyebut usulan Rusia soal penyerahan senjata kimia Suriah sebagai terobosan penting. Namun Obama memperingatkan belum membatalkan rencana aksi militer tersebut.
Hingga saat ini, hasil pemeriksaan senjata kimia di Suriah oleh PBB belum diumumkan. Jika nantinya terbukti, Sekjen PBB Ban Ki-moon menegaskan pelakunya harus ditindak secara hukum.
Suriah menyambut positif usulan Rusia agar menyerahkan kontrol senjata kimia mereka ke tangan internasional untuk mencegah serangan militer Amerika Serikat.
Rusia mengatakan akan mendesak Suriah agar menyerahkan kontrol senjata kimia mereka ke tangan internasional untuk mencegah serangan militer Amerika Serikat.