Sebagai pemulung yang mengejar impiannya dengan berkuliah, Wahyudin 'Mas Ganteng' ternyata juga aktif di kegiatan sosial, dari mengajar hingga menolong orang sakit. Sebagai anak muda, Wahyu juga pernah merasakan panah asmara. Seperti apa sih ceritanya?
Wahyudin 'Mas Ganteng', pemulung sejak SD untuk membiayai sekolahnya hingga kuliah sering nyeker saat memulung. Dia mendapat julukan anak gunung hingga disangka maling.
Siapa sangka, sosok Wahyudin (21) yang tinggi besar ini adalah pemulung. Wahyu, yang suka dipanggil 'Mas Ganteng' ini memulung sampah sejak SD. Hasil dari memulung itu dia gunakan untuk sekolah dari SD hingga mencecap bangku kuliah. Gelar sarjana tinggal direngkuh Wahyu di depan mata.
Penghasilan dari memproduksi kerupuk kulit sebetulnya lumayan. Tapi Etty bukan tipe wirausaha yang senang menimbun keuntungan. Ia lebih suka menikmati apa yang didapat bersama mitra dan warga sekitarnya.
Sekolah gratis itu bernama Sekolah Darurat Kartini. Bangunannya kumuh, namun cukup hangat untuk anak-anak miskin bersekolah. Namun kini nasibnya kini terancam.
Penyanyi religi Sulis mengaku dekat dengan komunitas pemulung di Jakarta. Ada apa? Ternyata Sulis yang kini disibukkan dengan skripsi akhirnya sedang mengambil tema tentang kehidupan pemulung di Jakarta.
Kesan makam yang identik sepi, angker, dan mistis rupanya tak menghalangi niat komunitas Save Street Child (SSC) Surabaya untuk belajar dan mengajar. Puluhan anak-anak SD hingga SMA ini justru menyulap makam menjadi basecamp tempat belajar bersama
Akibat kebakaran yang melanda perumahan padat penduduk di RT 1-2 RW 2, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, harta benda warga ludes dilalap api. Termasuk perlengkapan sekolah anak.