detikNews Pejabat Yudikatif Paling Malas Lapor Kekayaan ke KPK Penegak hukum tapi tidak taat hukum. Buktinya, kalangan yudikatif paling malas melaporkan kekayaan ke KPK. Rabu, 27 Des 2006 16:27 WIB
detikNews Laporan Gratifikasi Meningkat 363% Dibanding 2005 Kesadaran penyelenggara negara untuk melaporkan gratifikasi pada 2006 semakin tinggi. Bayangkan, dibanding 2005, laporan meningkat 363 persen. Rabu, 27 Des 2006 16:24 WIB
detikNews KPK 'Rampas' Koruptor Rp 25,7 M Harta negara yang berhasil 'dirampas' KPK dari tangan koruptor tahun 2006 senilai Rp 25,7 miliar dari barang sitaan, denda, dan uang pengganti. Rabu, 27 Des 2006 15:18 WIB
detikNews Tokoh Koruptor Bidikan KPK di 2007 Seperti tahun 2006, tahun 2007 nanti KPK tetap fokus menangkap koruptor-koruptor kelas kakap. Rabu, 27 Des 2006 14:51 WIB
detikFinance Konversi Sumber Energi, Ever Shine Hemat Rp 1 Miliar/bulan Perusahaan tekstil PT Ever Shine Tex akan mengkonversi sumber energinya dari solar ke gas, sehingga bisa menghemat biaya hingga Rp 1 miliar per bulan. Selasa, 26 Des 2006 15:54 WIB
detikFinance Energi Belum Punya Dana untuk Ganti Rugi Korban Lapindo Meski sudah menyatakan siap mengganti kerugian warga korban lumpur Lapindo, hingga kini PT Energi Mega Persada Tbk masih belum memiliki dananya. Kamis, 21 Des 2006 12:45 WIB
detikNews Gertakan Try Sutrisno Cs Tak Punya Pengaruh Politik Gertakan yang dilakukan Try Sutrisno cs terhadap kinerja pemerintah SBY-JK dinilai hanya wacana sesaat elit-elit politik masa lalu. Rabu, 20 Des 2006 15:14 WIB
detikFinance Produsen Lokal Makin Terdesak Kaca Cina Produsen kaca domestik seperti PT Asahimas Flat Glass Tbk, mengaku semakin terdesak oleh masuknya produk kaca asal Cina yang dijual lebih murah. Sabtu, 25 Nov 2006 10:09 WIB
detikFinance Bumiputera Targetkan Jadi Bank Jangkar Ritel Tahun 2009 Bank Bumiputera targetkan menjadi bank jangkar yang fokus pada nasabah konsumer dan ritel pada 2009. Kamis, 23 Nov 2006 18:07 WIB
detikFinance Merger Bumi-Energi Resmi Batal Merger PT Bumi Resources Tbk dan PT Energi Mega Persada Tbk resmi dibatalkan. Pemicunya adalah lumpur Lapindo yang tak kunjung berhenti. Walah! Selasa, 14 Nov 2006 19:13 WIB