Indonesia berpotensi terkena tarif tinggi dari Amerika Serikat (AS). Hal ini disebabkan karena Indonesia berkontribusi memberi defisit perdagangan untuk AS.
Niatnya ingin melindungi produsen mobil dalam negeri dan mengamankan lapangan kerja di AS, kebijakan itu justru bisa menyulitkan industri mobil AS sendiri.
Majelis Umum PBB kompak mendukung resolusi yang berupaya menghidupkan kembali solusi dua negara antara Israel dan Palestina, tanpa melibatkan kelompok Hamas.