detikNews
Kejaksaan New York Selidiki Pabrik Follower Palsu di Twitter
Laporan New York Times menyebut para klien yang ingin meningkatkan jumlah follower, antara lain aktor, wirausahawan, dan komentator politik, yang bisa membayar.
Senin, 29 Jan 2018 16:15 WIB







































