Pemerintah Sri Lanka meminta warga yang berada di luar negeri untuk mengirimkan uang ke dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan akan bahan pangan dan bahan bakar.
Kondisi Sri Lanka sangat mengkhawatirkan. Di tengah krisis ekonomi yang melanda, negara ini dihadapkan masalah gagal bayar utang luar negeri Rp 729 triliun.
Sri Lanka dilanda krisis ekonomi. Negara di Asia Selatan itu mengalami kekurangan BBM, pemadaman listrik belasan jam, hingga bahan makanan yang kini mahal.
Krisis ekonomi Sri Lanka disebut menjadi ancaman inflasi bagi negara lain di dunia. Saat ini, inflasi makanan di Sri Lanka mencapai 30,2% di bulan Maret.