Ada banyak alasan yang dikemukakan turis untuk traveling ke sebuah negara. Salah satu yang paling unik adalah mereka mengincar kuliner khasnya, seperti yang ada di 10 negara berikut.
Makanan yang renyah paling nikmat jadi camilan. Apalagi kalau gurih dan gendut seperti pastel. Saat digigit, kulitnya krenyes renyah dengan isian suun dan sayuran yang gurih renyah. Hmm... Lapar di sore haripun jadi terobati!
Hampir tiga dekade sosis rumahan gaya Jerman ini diproduksi di Bali. Puluhan jenis daging olahan berkualitas diproduksi dan selalu disajikan segar dan hangat. Di restoran Mama's ini ada beragam menu sosis dan hidangan daging khas Jerman yang disajikan panas mengepul. Hangat-hangat gurih dan enak!
Pizza yang diracik gaya Italia ini kulitnya tipis renyah. Diberi topping lelehan keju mozarela plus potongan sosis sapi. Kres renyah dengan lumuran keju yang kenyal gurih. Hmm..seloyang bisa-bisa kurang!
Ternyata masih ada aktivitas lain di pelataran luar Pasar Senen, Jakarta Pusat yang justru baru dimulai malam hari. Aroma lezat dan beraneka macam kue tersaji menggugah selera. Inilah suasana di Pasar Kue Subuh!
Jakarta memang kaya akan tempat wisata. Mulai dari pantai, taman hiburan, sampai wisata belanjanya pun lengkap. Kalau Anda ingin berbelanja aneka kue basah di pagi hari, datang saja ke Pasar Subuh Blok M!
Sosis merupakan salah satu hasil olahan daging yang banyak digemari. Biasanya terbuat dari daging sapi, kambing, ayam, atau babi. Bisa diolah menjadi beragam sajian. Dipanggang, digoreng atau jadi isian aneka makanan. Jika ingin yang unik, cobalah bikin sosis berbentuk spiral ini.
Di Indonesia, jeroan disantap namun darah hewan dibuang. Hal ini berlaku sebaliknya di negara-negara seperti Inggris dan Amerika. Penggunaan darah hewan dalam makanan cukup lumrah. Makanya, tak heran jika di sebuah resto fine dining disajikan hidangan serba berbahan darah.