Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengirimkan bantuan sembako, pakaian dan obat-obatan bagi pengungsi korban letusan Gunung Sinabung. Bentuk bantuan antara lain berupa sembako, pakaian dan obat-obatan.
Kendati sudah diinformasikan kondisi Gunung Sinabung sudah relatif terkendali, sebagian warga tetap memilih berada di pengungsian. Mereka tetap bertahan walau fasilitas MCK (Mandi Cuci dan Kakus) sangat terbatas.
Pemerintah Kabupaten Karo memindahkan lokasi posko utama penanggulangan bencana letusan Gunung Sinabung. Tempat semula yang berada di rumah dinas Bupati Karo dianggap tidak efektif lagi, sebab itu dipindahkan ke Kantor Bupati Karo.
Ribuan pengungsi korban letusan Gunung Sinabung di beberapa lokasi penampungan memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing, Rabu (1/9/2010). Keputusan itu diambil karena aktivitas vulkanik gunung tersebut menunjukkan tanda-tanda normal.
Letusan Gunung Sinabung menimbulkan abu vulkanik yang dirasakan di empat kecamatan di Kabupaten Karo, Sumut. Abu vulkanik menyelimuti areal pertanian seluas 12 ribu hektar yang umumnya ditanami kentang, jeruk, kubis dan beragam jenis sayur-sayuran.
Memasuki hari keenam bencana letusan Gunung Sinabung, Satuan Kordinasi dan Pelaksana (Satkorlak) Pengendalian Bencana (PB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, Sumatera Utara (Sumut) memiliki dana tanggap darurat mencapai Rp 3 miliar lebih.
Menyusul letusan Sinabung di Kabupaten Karo, 29 sekolah di kaki gunung tersebut terpaksa diliburkan. Para murid meninggalkan bangku sekolah, ikut mengungsi bersama keluarganya.
"Kalau tidak dijaga, maling bisa masuk ke dalam rumah. Kalau sudah ada yang hilang, siapa yang mau disalahkan," kata Salom Sagala, warga Desa Kuta Rakyat, Naman Teran, Karo.
Petani di lereng dan kaki gunung Gunung Sinabung masih khawatir memulai aktivitas. Akibatnya, pasokan sayur untuk kebutuhan lokal Sumatera Utara dan pasar ekspor menjadi terganggu.