Polisi akhirnya mengembalikan 7 pelaku adegan video tawuran demi konten ke orang tuanya. Para pelaku meminta maaf karena perbuatan mereka menimbulkan kegaduhan.
Ada 700-an konten hoax dan SARA yang diproduksi oleh Arief dkk, termasuk soal Pangkostrad Letjen Dudung Andurrachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.