Badai demokrasi telah melanda sekaligus mengubah wajah dunia Arab. Pun kini Libya yang tak jua berhenti bergolak. Setelah diamuk pemberontak pro demokrasi, Khadafi harus menghadapi pasukan sekutu.
Badai demokrasi benar-benar telah melanda sekaligus mengubah wajah dunia Arab. Dari artikuasi di mimbar-mimbar demonstrasi, hingga bermetamorfosa menjadi bahasa moncong-moncong senjata.
PKS hari ini akan menggelar Aksi Kepedulian Indonesia untuk Krisis Timur Tengah. Aksi tersebut akan digelar di Lapangan Monas, Jakarta mulai pukul 12.30 wib.
Bagaimana Anda bisa menyebut sosok seseorang seperti Gaddafi? Istilah eksentrik dan nyeleneh atau maverick rasanya tidak cukup. Martin Asser dari BBC News mengkajinya.
Setelah episode himbauan, peringatan hingga ancaman selama kurang lebih dua minggu, koalisi internasional yang dipelopori oleh AS dan Eropa akhirnya benar-benar menggunakan kekuatan militer untuk menghadapi aksi brutal Moammar Gaddafi yang membantai rakyatnya sendiri.
Pejabat senior AS mengklaim NATO setuju memimpin, tidak hanya zona larangan terbang di atas Libya, tapi juga semua operasi lain yang ditujukan untuk melindungi warga sipil di negeri itu. Hal ini berbeda dengan statemen Sekjen NATO.