Lima jenazah terduga teroris yang ditembak mati dari dua TKP di Jalan Danau Poso Sanur dan Jalan Gunung Soputan Denpasar diberangkatkan dari kamar mayat RSUP Sanglah Denpasar ke Jakarta.
Puluhan jenazah imigran gelap korban tenggelamnya Kapal Barokah di Perairan Prigi akan segera dimakamkan massal, setelah lama melalui proses identifikasi. Pemakaman massal itu dilakukan, Minggu (4/3/2012).
Hasil otopsi 36 jenazah imigran gelap di RS Bhayangkara baru teridentifikasi jenis kelamin. Untuk sementara, tim forensik DVI (Disaster Victim Indentification) Regional Tengah meyakini jenazah terdiri 23 pria dan 13 wanita.
Sekretaris I Kedubes Pakistan M Iqbal mencari warganya di RS Bhayangkara Polda Jatim yang diduga ikut menjadi korban tenggelamnya kapal imigran gelap di Perairan Prigi, Trenggalek.
Tim forensik Mabes Polri Disaster DVI Regional Tengah kesulitan mengidentifikasi jenazah imigran gelap. Untuk itu, tim DVI mendatangkan ahli antropologi dari Unair dan UI untuk membedakan asal kewarganegaraan jenazah tersebut
Proses identifikasi puluhan jenazah imigran gelap diprediksi akan berlangsung lama. Untuk itu, Polda Jatim mendatangkan kontainer (lemari pendingin) raksasa, dari Mabes Polri untuk membekukan mayat imigran gelap.
RS Bhayangkara Polda Jatim, sejak semalam kedatangan 35 jenazah imigran gelap asal Timur Tengah yang menjadi korban kapal tenggelam di Perairan Prigi, Trenggalek. 3 Diantara 35 jenazah itu adalah anak-anak.
7 Kendaraan diduga tenggelam bersama rangka Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar) di Sungai Mahakam. Satu kendaraan di antaranya terkurung di kerangka jembatan.
Bareskrim Polri mengirim tim untuk mencari penyebab runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). Selain tim dari Puslabfor dan DVI, Bareskrim juga mengirim penyidik dari Dit Tipikor.