Suhu panas politik Indonesia semakin terasa menjelang digelarnya pesta demokrasi tahun depan. Aroma tak sedap kian menyengat dari partai-partai politik menyambut ritual lima tahunan.
Bagaimana Partai Demokrat menghadapi badai elektabilitas yang ambruk serta posisi Ketua Umum Anas Urbaningrum yang 'digoyang'? Simak wawancara khusus Harian Detik dengan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman. Dia juga bicara tentang PSSI dan dunia olahraga.
Seminggu jelang pencoblosan, Partai Golkar makin pede alias percaya diri bakal menang pada Pilgub Jabar 2013 dengan mengusung Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim (Intan).
Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) secara mengejutkan mundur dari DPR. Dia mengaku ingin fokus mengurusi partai dan keluarga. Adakah alasan lain di balik itu?
KPK menetapkan Gubernur Riau, Rusli Zainal, yang juga kader Golkar sebagai tersangka kasus suap PON dan izin kehutanan. Meski begitu, Partai Golkar yakin kasus tersebut tidak mempengaruhi suara partainya menuju Pemilu 2014.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY kini mengambil alih kepemimpinan Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum. Sikap tersebut dinilai karena SBY dan para elite PD saat ini sudah risau dan ingin cepat keluar dari masalah yang sedang dihadapi PD.
"Saya tidak pernah berburuk sangka, jangan kita menduga demikian. Korupsi itu adalah masalah hukum. Ssaya tidak percaya arisan nasib," kata Ketum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie.
Langkah SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi PD yang 'melucuti' posisi Anas Urbaningrum hanyalah upaya penyelamatan untuk mendongkrak partai itu. Lalu apakah posisi PD akan moncer di 2014?