Rieke mendesak pemerintah membuka berapa banyak uang rakyat yang ada di keempat BUMN dan bagaimana posisi keuangannya. Empat BUMN asuransi (PT Taspen, Askes, Jamsostek, dan Asabri) bukan perusahaan pelat merah yang gemilang. Bukan perusahaan yang memberikan dividen tinggi kepada negara. Bahkan sejak tahun 2008 keempat BUMN tidak menjalankan kewajibannya sebagai perusahaan profit oriented."Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk terus beralibi atas keempat BUMN ini. Keempat BUMN ini tidak gemilang," kata anggota Komisi XI Dolfie OFP yang juga anggota Pansus Badan penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kepada Jurnalparlemen.com, Senin (18/7).Begitu juga pendapat Rieke Dyah Pitaloka, anggota Pansus dan Panja RUU BPJS yang juga rekan sefraksi Dolfie. Menurut Rieke empat BUMN yang diusulkan DPR untuk dilebur menjadi BPJS ini memiliki aset Rp 190 triliun dari aset awal Rp 2 triliun. Yang sampai saat ini tidak pernah transparan menyampaikan bagaimana pengelolaan dan kondidi keuangan milik pekerja dan pensiunan."Uang triliunan ini masyarakat yang membayar. Milik pekerja, pensiunan TNI. Bukan milik negara seperti BUMN lainnya," katanya.Terkait aset dan berapa uang pekerja dan pensiunan, Rieke mendesak pemerintah yang diwakili Kementerian BUMN membuka berapa banyak uang rakyat yang ada di keempat BUMN dan bagaimana posisi keuangannya."Selama ini keempat BUMN ini tertutup, begitu juga dengan pemerintah. Padahal menjadi hak mereka yang menaruh uangnya di empat BUMN ini untuk mengetahui bagaimana kondisi keuangannya," kata anggota dewan dari Dapil Jabar II ini menambahkan.
Senin, 18 Jul 2011 13:56 WIB