Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat-Israel telah menewaskan bos intelijen korps tersebut pada hari Senin (6/4).
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengungkap penahanan dua wanita terkait rezim Iran. Mereka dituduh hidup mewah di AS, memicu perdebatan di media sosial.
Menlu Iran Iran Abbas Araghchi telah melakukan percakapan telepon dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov, dan menuntut PBB bertindak mengutuk serangan AS-Israel.
AS dan Iran, ditengahi sekelompok mediator, sedang membahas persyaratan untuk gencatan senjata selama 45 hari, yang dapat mengakhiri perang secara permanen.