Pada perdagangan Selasa (23/10/2007) sesi II, rupiah ditutup pada level Rp 9.128 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.133 per dolar AS atau menguat 5 poin
Rupiah kembali melemah akibat nilai tukar dollar AS menguat terhadap mata uang kawasan. Pada perdagangan Rabu (10/10/2007) rupiah ditutup melemah tipis ke posisi Rp 9.058 per dollar AS.
Baru sehari menundukkan euro, mata uang dolar AS kembali 'batuk-batuk' menyusul keluarnya pernyataan The Fed.Bank Sentral AS itu mengatakan penurunan suku bunga 50 basis poin menjadi 4,75% pada bulan lalu, justru akan membuat pelemahan terhadap sektor properti dan meningkatnya risiko ekonomi di tahun 2008.
Mata uang rupiah terus melaju mengiringi maraknya dana asing yang masuk ke pasar modal. Rupiah menguat di bawah 9.100 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Senin (8/10/2007) rupiah menguat 15 poin ke posisi 9.070 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah semakin mantap, meneruskan penguatan yang sudah berlangsung sejak pekan lalu. Terus masuknya dana-dana asing baik ke berbagai portofolio investasi seperti saham dan obligasi membuat rupiah makin menawan.
Pada perdagangan Senin (8/10/2007), rupiah dibuka langsung menguat ke level 9.040/9.045 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.085 per dolar AS.
Penguatan Dollar terhadap mata uang lain memicu melemahnya rupiah. Namun pada pembukaan pasar tgl 5/10,rupiah dibuka sedikit menguat ke posisi Rp.9123 per Dollar AS.
Pada perdagangan Rabu (3/10/2007), rupiah dibuka pada melemah ke level 9.125 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.100 per dolar AS.