Situasi dalam negeri Libya terus memanas. Rencana Kementerian Luar Negeri mengevakuasi 875 WNI terkendala oleh kondisi pemerintah Libya yang tertutup. Kondisi ini berbanding terbalik dengan pemerintah Mesir yang terbuka.
Mesir mendapatkan izin mendarat di Libya untuk 2 pesawat militernya yang akan mengevakuasi warga negaranya. Namun Mesir bingung di mana akan mendaratkan pesawatnya, karena Bandara Benghazi yang terdekat dari Mesir, landas pacunya rusak.
Mesir memperketat perbatasan dengan Libya, menyusul adanya demonstrasi pada pemimpin Libya Muammar Khadafi. Mesir menambah personel keamanan di perbatasan setelah tentara Libya yang menjaga perbatasan telah ditarik ke pusat kota.
Pasukan keamanan Bahrain tidak ragu-ragu lagi menggunakan senjata untuk meredam aksi demonstrasi antipemerintah di negara tersebut. Sebanyak 23 orang terluka setelah polisi memberondong peluru ke arah demonstran di Pearl Square.