Kepergian Itte dari Niamey itu terjadi beberapa pekan setelah pemimpin junta militer Niger mengumumkan pengusirannya dari negara Afrika Barat tersebut.
Penyelidikan juga dilakukan atas 'kecelakaan' yang memaksa pilot melontarkan diri sebelum jet tempur canggih AS seharga US$ 80 juta (Rp 1,2 triliun) itu hilang.