Beberapa orang berdiri di tengah perempatan jalan setapak. Dibawah pohon kelapa, 2 dari mereka mengibas-ibaskan HP sambil memelototi layar. Sesekali diam lalu geser sedikit demi sedikit.
Jalan Setiabudhi adalah salah satu jalur padat yang juga sering dilalui para pelancong karena di jalan ini terdapat cukup banyak FO dan kuliner. Ironisnya, lubang di Jalan Setiabudi ini terbilang parah.
Kebanyakan usaha waralaba menggunakan bahan baku yang berasal dari pusat. Hal itu dilakukan tentu untuk keseragaman rasa dan citra. Namun ada juga yang menambahkan kreatifitas lain untuk menarik perhatian pelanggannya.
Sejumlah usaha kuliner di Bandung tidak semuanya berdiri sendiri tapi merupakan usaha waralaba atau franchise. Tak sedikit dari mereka yang mengandalkan keunikan menu untuk menarik konsumen.
Lontong banyak dijual dalam bentuk siap makan dan harganya juga relatif murah. Saat membeli sebaiknya memilih yang kenyal, lembut atau yang sedikit keras? Simak infonya berikut ini!
Minuman sederhana asal Tegal ini memang khas baik rasa maupun penyajiannya. Tehnya diseduh dalam poci tanah liat dengan pemanis berupa gula batu. Rasanya wangi, panas, sepet, legi, lan (dan) kentel slurpp... uenak tenan!
Potongan daging ayam dengan bumbu yang sedikit pedas dibalut dengan kulit lumpia ini cukup unik. Renyah diluar dan pedas gurih di dalam. Yoghurt cutney sebagai cocolan yang pedas-pedas segar bikin rasanya makin menarik! Coba saja!
Berbagai nama dengan beragam variasi menu burger sudah bertebaran di Kota Bandung. Tapi mungkin ada yang belum mencoba Maio Greenburger. Lokasinya berada di Jalan Buah Batu 205.
Suka dengan citarasa pedas menggigit? Wah..tempat ini pasti akan jadi tempat favorit. Beragam pilihan sambal dengan aneka rasa bisa dicicipi. Tak hanya bisa memenuhi hasrat pecinta pedas saja, tapi tempatnya yang nyaman bisa bikin betah berlama-lama.