Secara global pengemudi dan para pekerja aplikasi daring seperti Uber merupakan kelompok yang rentan terdampak pandemi, karena mereka mendapat upah harian.
Perusahaan investasi mereka, yaitu Vision Fund, mencatatkan kerugian sebesar 1,9 triliun Yen atau setara dengan Rp 262 triliun (kurs 1 Yen = Rp 138,05).