Efek pelecehan di masa kanak-kanak ternyata tidak hanya berpengaruh pada perkembangan dirinya saja, tetapi juga generasi berikutnya. Wanita yang mengalami kekerasan selama masa mudanya, terkait risiko yang lebih tinggi memiliki anak dengan gangguan autisme.
Jangan tunda menikah selagi masih muda, terutama bagi pria. Sebab pria yang baru punya anak setelah menginjak usia di atas 50 tahun tak hanya akan meningkatkan risiko si anak untuk terserang autisme tapi juga cucunya.
Gangguan kecemasan bukan hanya dipicu oleh situasi yang mengerikan saja. Tetapi beberapa hal sederhana yang merupakan bagian dari keseharian Anda juga dapat memicu gangguan kecemasan, serta mempengaruhi suasana hati.
Bermain bersama anak merupakan momen yang diidamkan setiap orang tua. Tetapi, mengajak anak bermain ternyata tidak hanya dapat menghibur, hal ini juga dapat membantu mengetahui apakah anak Anda memiliki autisme.
Selain bermasalah dalam hal pemusatan perhatian atau tak mampu berinteraksi dengan orang lain, baru-baru ini sebuah studi mengungkap bahwa anak autis juga berisiko tinggi untuk melakukan tindakan bunuh diri.
Apapun yang dialami ibu hamil kemungkinan besar akan menular ke calon bayinya. Peneliti mengungkapkan bahwa ibu hamil dapat menularkan efek stres ke janin lewat plasenta.
Sudah bukan rahasia lagi jika pria dikatakan tak bisa membaca emosi yang muncul di wajah wanita dan itu memang telah dibuktikan oleh berbagai studi. Padahal ketidakmampuan ini telah diperoleh pria sejak dalam kandungan.