Dolar AS kembali merosot terhadap mayoritas mata uang dunia menyusul kembali melemahnya data perekonomian AS. Data itu semakin mengerucutkan ekspektasi terjadinya resesi di AS.
Pada penutupan perdagangan Kamis (21/2/2008), rupiah pada level 9.165,5 per dolar AS, menguat tipis dari pembukaan pagi tadi yang ada dilevel 9.170-9.180 per dolar AS. Nilai tukar rupiah bergerak stabil ditengah lonjakan harga minyak mentah dunia.
Dolar AS kembali melemah terhadap mayoritas mata uang dunia, menyusul meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga AS, sebagaimana disinyalkan oleh Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke.
Rupiah terus menunjukkan tren menguat menyusul masuknya kembali dana-dana dari luar negeri yang menyerbu portofolio di Indonesia seperti SUN dan saham.
ilai tukar rupiah terus bergerak menguat setelah mencapai keseimbangan baru. Investor tetap yakin akan stabilitas rupiah ditengah berbagai kasus yang kini mendera Bank Indonesia.
Pada perdagangan Senin (8/2/2008), rupiah ditutup menguat ke level 9.170 per dolar AS, dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level 9.210 per dolar AS.